Bingkai Bingkai Cerita


Beberapa saka telah tunai masanya,tangis sedih dan kecemasan akan runtuhnya sebuah istana

Pertanda apa sayangku?

Sang kesatria berberai berai

Sang Turangga Seta nan gagah perwira hanya beberapa yang menungganginya.
Sementara yang lain menukar dengan kuda kepang atas nama hasrat sang warna.
Lihatlah sayangku!

Para penunggangnya kerasukan,tidak lagi tahu kesejatiannya.

Mereka letih tanpa mengerti atas kaki kaki yang menginginkan seribu kebebasan.

Benar sayangku,di atas kuda kepang engkau berjalan atas kehendakmu,tapi kuda kepang adalah kuda mati yang menjadi bebanmu.

Berpalinglah,lihat kesatria di atas Turangga Seta,mereka punya keyakinan,mereka tidak pernah menganggap Kuda Putihnya jadi lapuk,

Mari sayangku,memilih jalan untuk pulang bersama mereka yang mengenal jalan pulang dan bukan mereka yang mengembara tanpa peduli kembali.

Lihatlah nanti kuda kuda kepang yang warna warni itu akan lapuk dan penunggangnya kecapekan.

Ah mari sayangku,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s