Cerpen kartun :Dongeng Gara Gara Tak Sengaja Empat (tamat)


Kita lanjutkan kembali cerpen kartun Dongeng gara gara tak sengaja yang telah sampai : bagian Tiga dan sekarang bagian empat

Setelah sidang di break sementara karena menunggu kehadiran gajah,tiba tiba para binatang yang hadir tepuk tangan bersorak sorai.

Kameramen cerita mengarahkan kamera ke arah para binatang menoleh,ternyata Gajah yang pemain bola sudah selesai latihan dan hadir untuk memberi penjelasan tentang perkara yang terjadi.

Gajah yang punya obsesi menjadi pemain bola seperti Meissi dan bisa main di klub Barcelona itu kehadirannya disambut hangat oleh para binatang.

Tapi setelah Gajah lewat para binatang justru makin ramai dan hiruk pikuk.Ohhh…ternyata di belakang Gajah ada artis top yang sebenarnya ini yang mereka sambut.Siapa dia?Dia adalah Spongebob yang datang bersama Patrick atas ajakan Tuan Krabs yang sepupunya si Ketam sawah sedang terkena perkara.

“Tuan Raja,saya tidak bermaksud hendak menginjak si Ketam.”Kata Gajah setelah ditanya Raja Hutan.
“Lalu kenapa Si Ketam ketakutan melihatmu hingga bersembunyi dengan membuat lubang di pematang sawah si Kunang?”Cecar Raja Hutan.
“Begini tuan Raja,saya memang melonjak lonjak di dekat si Ketam,itu karena telinga saya terasa sangat gatal.”Jawab Gajah.
“Memang kenapa telingamu?”Raja Hutan melanjutkan bertanya.
“Itu karena kekurang ajaran si Semut yang menggit bagian dalam telinga saya tuan.”jawab si Gajah.
“Jadi itu yang membuatmu melonjak lonjak di dekat si Ketam?”Tanya Raja Hutan.
“Benar tuanku.”
“Kalau begitu panggil si Semut yang kurang ajar itu!”Perintah raja Hutan.

Semut yang sejak tadi khidmat mendengarkan,amat terkejut dan segera mendekat kepada Raja Hutan.

“Ampun tuan Raja,saya benar benar minta maaf tuanku.”Kata si Semut.
“Jadi engkau yang jadi biangkerok dari semua ini!!!”Bentak Raja Hutan.
“Bukan tuanku,saya juga tidak sengaja menggigit telinga si Gajah.”Semut amat takut.
“Hai Semut,bukankah sudah jelas engkau sumber perkara ini?”Lanjut Raja Hutan.
“Begini tuan,ketika saya jalan jalan,ada makanan di sebuah lubang dan saya mengambilnya,saya tidak tahu bahwa lubang itu lubang telinga si Gajah.”Semut membela diri.
Gajah kemudian nyeletuk : “Wah semut,itu bukan makanan,tapi kotoran telinga saya.”

Raja Hutan dan para binatang jadi bingung menentukan siapa yang salah.
Para binatang dan Raja Hutan berfikir untuk menyelesaikan perkara ini.

Sementara itu Kancil yang sesekali ngobrol dengan si Burung Pelatuk,merasa perutnya lapar.Ia toleh sana toleh sini barangkali ada timun di sekitar situ.

“Baiklah para binatang di hutan ini,sudahlah perkara ini jangan dibuat berlarut larut.”Raja Hutan kembali meneruskan sidang.
“Sebaiknya kita semua hidup rukun dan saling membantu.”Lanjut Raja Hutan.
“Setuju…!”Para binatang serempak menjawab.
“Baiklah,,bantu si Lisang yang anaknya sakit,supaya lebih ringan beban si Lisang.”

Para binatang menjalankan nasehat Raja Hutan dan kembalilah kehidupan rukun dan damai di negeri hutan itu.(Tamat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s