Cerpen seje dewe Jaka Kendil sembilan (tamat)


Jaka kendil jadi pasrah atas apa yang ia alami.
“Apa yang terjadi terjadi terjadilah,yang ia tahu hanyalah menyambung nyawa.”pikir Jaka Kendil,,,eh bukan ding,itu kan lagunya Titiek Puspa

Ketika pada cerpen dunia maya: Cerpen seje dewe Jaka Kendil delapan dikisahkan langit Kerajaan Antah Barantah diliputi mendung bergulung gulung bagaikan badai,orang orang pada pulang ke rumah masing masing.

Yang masih di alun alun tinggal Jaka Kendil ,lik KAMTIB,sang Senopati dan sang prabu Krida Wicaksana.Beliau merasa bertanggung jawab apabila terjadi bencana kepada rakyatnya.

“Hai apa kabar,lama gak online kemana aja,kangen nih.”demikian komentar Jaka Kendil pada status facebook teman cewek Putri namanya.
Orang orang bingung Jaka Kendil malah pesbukan dengan hape di bawah pohon ringin.

“Wah wah kurang ajar banget nih burung.”Gumam Kendil ketika hapenya kejatuhan tahi burung.
Ia mendongak ke atas:”Ya ampun,agunging Gusti kang akarya jagat.”batinnya,ketika ia melihat langit.
Ternyata yang dikira mendung mau hujan itu adalah gerombolan burung yang tak terkira jumlahnya.
Seperti mendung membentuk tornado dan saling berseliweran di alun alun.

“Cicit cuit,cicit cuit.”Suara burung yang bersahutan,satu demi satu mendekati karung di dekat Jaka Kendil dan menjatuhkan sesuatu.

“Apa yang burung burung itu lakukan.”pikir kendil sambil mendekati karung.

“Aduh Gusti Dzat kang Maha Welas.”Batin Kendil setelah tahu,bahwa ternyata burung burung itu mematuk beras dan dibawa ke karung.

Satu jam sudah,burung burung itu mengumpulkan beras yang disebar di alun alun dan dimasukkan karung.
Kemudian gerombolan burung itu pergi dan teranglah langit kerajaan Antah Barantah.

“Cit cit cuit,cit cit cuit,damar mancung mreneo.” hehehe bukan,itu kan titit tuit,tembang dolanan.
Di dekat Jaka Kendil ada dua ekor burung,yang satu masih belajar terbang dan satu induknya.

“Terimakasih burung emprit atas bantuanmu.”Kata Kendil seakan mengajak burung itu berbicara.
“Prit,prit prit.”bukan semprit pak polisi,tapi suara burung emprit yang kemudian terbang.

Terkumpul sudah beras dalam dua karung atas bantuan burung burung emprit,yang sebenarnya membalas jasa kepada Jaka Kendil atas dulu ia menolong anak burung yang kelaparan,seperti yang diceritakan pada kisah cerpen dunia maya: cerpen seje dewe Jaka Kendil dua

Dan Jaka Kendil dinyatakan lulus tes dan berhak menyandang gelar senopati dan di jadikan menantu sang Prabu Kridawicaksana.

Pelantikan dan rame rame mantu dilaksanakan besar besaran seperti pak Es Be Ye dan mantunya keraton Jogja dan menjadi berita infotaimen dalam satu minggu di seluruh media masa di penjuru pelosok negeri. (TUAMAT) Nantikan cerpen yang lebih seje dewe di blog ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s