PR ku telah selesai


Sudah lama memang saya tidak mbikin puisi,maklum juga ya sobat sobat saya juga jarang jalan jalan.

Ini karena kejar tayang cerpen dan membuka mainan baru belajar bahasa jawa.

Dapat PR dari Naluri tentang [PR] saat masih merah putih.

Saya masuk SD mungkin sahabat sahabat blogger ada yang belum lahir,yaitu tahun 1977,hem sekarang dah kakek kakek jadi lupa lupa ingat kaya lagunya Kuburan Band.

Waktu pendaftaran kelas satu umur saya menginjak tujuh tahun.Itu hampir belum boleh masuk SD,karena rata rata yang mendaftar saat itu umurnya delapan tahun.
Ketika mendaftar diantar simbok saya,terus ditinggal pulang.

Teman teman sudah dipanggil,saya dan beberapa teman belum juga dipanggil.Eh ternyata sampai hampir pulang gak dipanggil,ternyata sama pak Guru disuruh nunggu dipanggil minggu depan.Artinya saya belum boleh masuk SD.

He he he,padahal tes aku lulus.Ngapain tesnya tuh?…Disuruh melingkarkan tangan kanan ke atas kepala,lalu disuruh megang telinga kiri,yang belum nyampai nyentuh telinga kiri,tunggu tahun depan.

Akhirnya pada minggu depannya saya memang dipanggil dan diperbolehkan sekolah di SD yang sebenarnya tetangga desa,karena rumah saya berada di perbatasan desa.

Kelas satu sampai kelas dua saat itu belum berseragam alias makai yang dipunya saja.Baru kelas tiga keluar seragam merah putih,jadi sekitar tahun 79 nan.

Kalau kakak kelas saya beberapa tingkat diatas,belum berseragam dan ada yang nulisnya di sabak (papan tulis sebesar buku untuk pengganti buku tulis).

Mau tahu? Dari kakak kakak kelas sampai saya kalau ke sekolah nyeker alias kakinya polos gak ada sepatu,kecuali anak orang berada.Tas yang aku pakai,kelas satu bawa kopor hitam dikasih pak de saya.Baru kelas dua ada tas plastik yang ngetrend merek adidas,mudah robek orang namanya plastik.Terus ada akal menjahitkan kain wadah tepung cap segi 3 biru,dijahit mirip tas,,,saya lupa mbayar berapa,kalau gak salah rp.150.

Guru dalam kenangan yang menyebabkan saya pinter membaca,seorang ibu guru yang hemm,membuat ciut nyali.Tapi justru itu yang membuat saya rajin belajar.

Disuruh ke depan belajar membaca di papan tulis,saya glogap glagep gak bisa,tiba:”Cethok,cethok!”,kepalaku kena jitakan garisan kayu yang dimiringkan.”Ulangi,goblok temen!”kata beliau.
Tetep ae,saya oak ook gak bisa. Cethak cethak!garisan kayu mampir dikepala dan mbleset ke telinga.
Waduh dah mulai gemeter saya.”Mundur,belajar lagi.”bentak beliau.

Justru itulah sampai dirumah belum ganti baju saya langsung buka buku tulis damen belajar sampai pinter.Besoknya:”nah begitu.”kata beliau.

Beda jaman beda cara.Masih adakah cara ibu Guruku itu?.hohoho,tunggu dulu,,,.Tetapi saya jadi pintar saat itu dengan cara itu.Maturnuwun ibu Guru.Kalau sekarang,,,dengan cara itu?,,,anak anak SD ada yang bawa hp kamera lho pak buk Guru,,,.

Tapi gak kalah tragis ada jika ada pak atau bu Guru berhadapan dengan hukum karena cara mengajarnya.,,,hemh dulu ada yang dibawakan parang bapaknya,dicari kesekolahan.Sebenarnya dia kakak kelas jauh saya,tapi karena mogok businya jadilah teman saya,,hehehe bapake mbawa arit gede alias parang nyari bu Guru yang njewer atau njiwit. Kwkwkw,,udah deh PR nya NUR.

21 thoughts on “PR ku telah selesai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s