Dongeng Tanpa Judul


Sebelum melanjutkan cerpen dunia maya: cerpen seje dewe Jaka Kendil yang sampai pada bagian dua,kita sisipkan sebuah dongeng.Tapi dongeng ini tanpa judul,soalnya pas didongengkan lupa tanya judulnya.Langsung saja ke tkp.

Pada suatu malam berlarian seekor Kijang kesana kemari seperti takut sesuatu,hingga menginjak seekor anak Lisang.

Anak Lisang itu terluka dan menangis.

“Kenapa kamu nak,tubuhmu luka,apakah terjatuh?”Tanya induk Lisang.
“Tidak ibu,aku tadi diinjak pak Kijang.”Jawab anak Lisang itu.
“Kurang ajar si Kijang,berani menginjak anakku,awas kau kijang!”Induk Lisang marah dan tidak terima atas perlakuan Kijang pada anaknya.

Maka laporlah Induk Kijang kepada Raja Penguasa hutan.

“Hai Lisang,ada apakah kiranya kau menemuiku?”tanya Raja Hutan.
Kemudian Lisang menceritakan apa yang menimpa anaknya.

“Baiklah,besok sekalian binatang di hutan ini harus berkumpul untuk menyelesaikan masalahmu dengan Kijang.”kata Raja Hutan.

Seluruh binatang telah berkumpul untuk menyaksikan pengadilan terhadap Kijang.

Sang Raja Hutan membuka sidang pengadilan pagi itu.

“Kijang,mengapa kau menginjak injak anak Lisang hingga terluka?”tanya Raja Hutan.
“Ampun Tuanku,bukan sebuah kesengajaan hamba menginjak anak Lisang.”Jawab Kijang.
“Lalu kenapa?”Raja Hutan mengulang pertanyaannya.
“Dalam suasana gelap,hamba ketakutan hingga berlari lari.Hamba takut karena rumah hamba akar dibakar oleh Kunang Kunang.”

Dipanggilah Kunang Kunang ke hadapan Sang Raja.

“Hai Kunang,kurang ajar sekali kau akan membakar rumah Kijang,mengapa?”tanya Sang Raja.
“Ampun Tuanku,hamba tidak berniat membakar rumah Kijang,akan tetapi hamba membawa obor untuk mengusir Ketam yang melubangi pematang sawah hingga airnya merembes kemana mana.”Jawab Kunang Kunang.

Majulah Ketam (kepiting sawah) memberi penjelasan.

“Maaf Tuanku,hamba melubangi pematang sawah si Kunang Kunang karena hamba bersembunyi,si Gajah tiba tiba mau menginjak injak hamba.”kata Si Ketam.

Dipanggilah si Gajah untuk memberi penjelasan.

“Tuan Raja sungguh tidak benar si Ketam,hamba bukan mau menginjaknya,tetapi ditelinga hamba ada seekor Semut yang membuat hamba geli dan melonjak lonjak supaya si Semut keluar dari telinga hamba,”si Gajah menjelaskan.

Kemudian Semut maju dan berkata:”Tuan Raja,hamba bukanlah berkeinginan membuat Gajah kegelian,tetapi hamba mengambil makanan pada sebuah lubang,dan hamba tidak tahu bahwa lubang itu telinga si Gajah.”

Sang Raja hutan jadi bingung menyelesaikan masalah ini.Semua binatang terlibat dan tidak ada unsur kesengajaan.

“Baiklah sekalian binatang,masalah ini tidak usah berlarut larut,sebaiknya kalian saling memaafkan dan bantulah si Lisang yang anaknya sakit supaya cepat sembuh.”kata Raja Hutan.

Demikian dongeng tanpa judul,semoga bisa menghibur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s