cerpen nyentrik Jaka Tarub episode 10


cerpen nyentrik dalam kisah Jaka Tarub episode: 10 ( Dewi Nawang Wulan menemukan pesawat angkasanya).

Baca kisah sebelumnya : cerpen dunia maya: cerpen nyentrik Jaka Tarub episode 9

“Tigapuluh menit,diam di sini tanpa suara,dan aku bosan harus menunggu lama…” Jaka Tarub merayu istrinya dengan memetik gitar dan menyanyikan lagu Pelangi Di Matamu Krisyanto Jamrud.

Entah mengapa Nawang Wulan kelihatan purik.
Sejak Tarub pulang dari kantor dia hanya diam.Sehabis menata makanan di meja buat Jaka Tarub ia kelihatan mecoco dan diam.

“Ayo dong sayangku ngomong.”rajuk Tarub.
Nawang Wulan tetep diam,malah ngeloyor pergi kekamar nyusuin Dewi Nawang Sih yang sekarang berusia tujuh bulan.

“Ada apa seh Rub istrimu?”Tanya Simbok yang sudah banyak makan asam garam rumahtangga.
“Gak Tahu Mbok,orang ditanya diam saja.”Jawab Tarub yang mulai pusing kepalanya.

“Pacarku,ayo kita pulang…”Lagi lagi Tarub mengeluarkan jurus nyanyi,kali ini lagunya SLANK.Rupanya Tarub slanker juga ya.Ketika itu Nawang Wulan di belakang rumah dan gak masuk masuk padahal jam duabelas malam.

“Ayo dong dik Wulan,masuk ada apa sih kok purik?”Tarub kebingungan dan memanggil Nawang Wulan dari pintu belakang.
“Ah ngaco pean mas,aku di WC!”teriak Wulan.
“Ealah,gue kirain ngambek loeh.”batin Tarub.

“Mas Tarub,saya nggak purik mas,memang saya kecewa,tapi besok pagi saja dibicarakan sama simbok dan man cungkring.”Nawang Wulan mau ngomong meski sambil manyun kaya Temon.
Meski demikian Tarub tak patah arang ngerayu agar suasana cair.
Nawang Wulan tahu Tarub mencintainya,akhirnya mesem juga dengan rayuan Tarub,dan selanjutnya…terserah anda

Pagi pagi Nawang Wulan sudah selesai masak,dan mempersiapkannya di meja makan.

“Mas Tarub,hari ini gak usah ngantor dan tolong Man Cungkring suruh ke sini ada yang penting.”pinta Nawang Wulan.
“Oke,oke.”jawab Tarub yang kuthuk(nurut) setelah semalam dapat jatah asololey,maksudnya njagain Dewi Nawang Sih yang semalam rewel terus.

“Mbok,Man Cungkring juga mas Tarub,saya mau ngomong.”Nawang Wulan membuka pembicaraan di meja makan setelah usai sarapan.
“Ngomong saja Wulan,gak usah takut,keluarga kita menghormati hak azazi,bebas berkumpul,berserikat dan mengeluarkan pendapat.”sahut Man Cungkring.
“Begini,saya sebenarnya kecewa sama mas Jaka Tarub.”kata Wulan.
Tarub yang belum mengerti maksud Nawang Wulan nyeletuk:”Ada apa denganmu?”dengan dinyanyikan mirip lagunya Ariel Peterpen.
Nawang Wulan yang meski hatinya dongkok nyahut:”Buka dulu topengmu,buka dulu topengmu.”

Wulan melanjutkan pembicaraan.
“Pesawatku yang dulu aku buat mendarat di bumi kini ketemu.”
“Apa?”Simbok,Tarub dan Man Cungkring bersamaan meski tak dinadakan dengan nada hip hop.
“Iya benar,pesawatku ketemu,dan ternyata yang mencuri pesawatku mas Jaka Tarub.”
“Ah enggak kok dik Wulan,aku bukan pencuri…”Tarub merah padam mukannya.
“Kalau bukan mas Tarub,kenapa ada di lumbung padi?”Tanya Wulan menirukan bu POLWAN ndhedhes penjahat.

Jangan lupa balik ke blog ini untuk mengetahui akhir dari cerpen nyentrik Jaka Tarub ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s