cerpen nyentrik Jaka Tarub


cerpen nyentrik: JakaTarub

episode : 8 (Dewi Nawang Wulan gagal memainkan sulap ajaran mbah Tarno).Baca:episode 7

Sejak Tarub punya istri sekarang dia tidak lagi alay.
Jika tidak sedang mencari burung di hutan,Tarub ngglibet di rumah
dan kuthuk.Rupanya Tarub menerapkan ilmu biren alias rabi leren atau
menikah terus meninggalkan kegiatan yang tidak bermanfaat.
Kalau masih bujang dulu kalau prei kerjo Tarub kluyuran dan biasa
nyangkruk di pos ronda sambil loak laok nggenjreng gitar,sesekali
nyuitin cewek cewek kece yang lewat,sekarang nggak lagi.

"Mas Tarub nggak ke hutan to hari ini."Tanya Nawang Wulan yang
sekarang tengah mbobot tiga bulan.
"Enggak dik Wulan,aku mau nungguin dik Wulan istriku yang
nyemlohe."jawab Tarub sambil njawil pipi Dewi Nawang Wulan.
"Wualah gombal,kalau deket dan ada maunya aja bilang
cantik,sayang,cintaku.,coba kalau di luar prett..matanya jelalatan
mrono mrene."timpal Wulan sambil sledat sledot setengah nggodain
Tarub.
"Sumprit deh,cuma dik Wulan di hati ambo,,,."
"Prikitiw,,itu kalau gak ada janda…"timpal Wulan.
"He he he,,apalagi jandanya Yuni Sara ya dik,biar janda ada jejaka
ganteng yang mau."Canda Tarub.

Bulan bulan penuh cinta bagi Tarub dan Nawang Wulan.

"Mas Tarub,sayang,tolong dong."Pinta Wulan.
"Apaan dik?"Tarub gak memperhatikan,ternyata dia sedang facebookan
dengan handphonenya.
"Ini orang,mau mbantuin istrinya malah facebookan wae,awas kecantol
waria."Nawang Wulan njewer kuping Tarub.
"wuaduh wuaduh,iya iya ada apa se?"
"Saya mau ke kebon belakang ramban kangkung,tungguin itu masak
nasi."pinta Wulan.
"Beres."jawab Tarub singkat sambil tetap mandeng hapenya.
"Jangan lupa mas,kayunya ditambah,jangan sampai mati."kata Wulan
yang memasak gak pakai kompor gas karena takut mbledos.
"Dan paling penting mas Tarub,apapun yang aku masak mas Tarub tidak
boleh mbukak kekep(penutup panci dari tanah) ini."Wulan melanjutkan
sambil wanti wanti.

"Wuaduh biyung!"teriak Tarub ketika memasukkan kayu dalam tungku
tangannya njempok wawa(bara api),karena ndak perhatian asik fb an.

"Hemm lama bener se dik Wulan."batin Tarub sambil menghentikan fb
annya dan siap mbukak akun twitternya.
"Jangan jangan nasinya ntar angus tak kasih kayu terus."

Tiba tiba Tarub membuka kekep dan melihat kukusan,ia pikir jangan
jangan gosong.

"JRENNG!!"mata Tarub melotot,bibirnya ngowoh.Ternyata yang ada dalam
kukusan(alat penanak nasi dari anyaman bambu) bukan beras atau nasi
tapi pari sak uli (padi yang masih menempel pada pucuk batang).

"Oalah pantes saja dik Wulan padi segudang tetap utuh,ternyata kamu
berhemat dengan ilmu sulap."batin Tarub.

" Mas Tarub dinda datang!"teriak Nawang Wulan semu ngalem (sedikit manja).
Tarub buru buru menutupkan kekep,pura pura nilpun koncoe sambil hola
halo,padahal yang ndering tadi beker hape.

Nawang Wulan buru buru menuju tempat menanak nasi serta membukanya
dan:"Lho,,mas Tarub,kamu apain ini nasinya?"
"Kenapa dik."Tarub ethok ethok mbodhoni (pura pura bodoh/gak tahu).
"Tadi mas Tarub pasti membukanya."
"Enggak kok dik."jawab Tarub.
"Yang bener Mas?"Nawang Wulan hampir nangis.

Akhirnya Tarub ngaku bahwa ia membuka kekep dan melihatnya apa yang
ada di dalamnya.

Nawang Wulan meskipun sedih akhirnya memaafkan Tarub.

Ilmu hemat pangkal kaya yang pernah ia pelajari ketika kuliah di
Fakultas Ekonomi Negeri Kahyangan dan ia gabungkan dengan ilmu sulap
mbah Tarno sekarang dan seterusnya tidak bisa diterapkan.

"Memang kenapa to dik,kalau aku melihatnya?"tanya Tarub yang melihat
istrinya sedih.
"Mas Tarub,aku ini bangsa Dewi dari kahyangan dan bukan bangsa
manusia,jadi aku memasak nasinya seperti itu."
"Lha opoo dik kok tadi masih utuh gak jadi nasi."tanya Tarub yang
penasaran seperti yang mbaca.
"Iya mas Tarub,itu pantangan,jika kamanungsan (ketahuan bangsa
manusia) maka ilmu hemat ini ndak bisa berfungsi."Jawab Nawang Wulan
yang sebenarnya merahasiakan ilmu ini untuk bangsa lain.

Setelah gagal menerapkan sulapan mbah Tarno, Nawang Wulan akhirnya
memasak seperti bangsa manusia,yaitu dengan memasak beras dan bukan
pari sak uli.
Meski sebenarnya ia bisa bertanya kepada Deddy Combuzier,Limbad
ataupun Romy Rafael,agar ilmu sulapnya berfungsi tapi tak
dilakunnya.Etung etung memberi pelajaran kepada Jaka Tarub agar tetap
giat bekerja meski gudang gabahnya penuh,tetapi nanti bisa cepat
berkurang dengan ilmu memasak bangsa manusia.

Jangan kemana mana,tetap kembali ke blog ini untuk kisah selanjutnya
dan mbaca cerpen lainnya.

Cerpen Nyentrik Yaaa e,,jiahh niru Opera Van Java.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s