cerpen Sepenggal kisah


cerpen

Meski Ikem menikah dengan Yo karena dijodohkan,iya sangat mencintai suaminya.

Pengabdian sebagai seorang istri diberikan seutuhnya kepada Yo,suaminya.

“BRAKK!!”Suatu malam ketika Ikem dan Yo sedang tidur,pintu rumah didobrak.
“Yo,yang namanya Yoyo keluar!”teriak seseorang dari ruang depan.
“Siapa ya?”Ikem yang terbangun keluar kamar sambil menggendong Milah,anaknya yang nomer dua yang masih berusia tiga tahun.
“Yoyo,suamimu mana,suruh keluar!”bentak lelaki tinggi besar yang ternyata di belakangnya ada beberapa orang yang mengikuti.
“Ada apa pak mencari suamiku?”Tanya Ikem yang mulai takut atas kekasaran orang itu.
“Banyak omong!”bentak lelaki itu sambil mendorong Ikem dan berjalan menuju ruang tengah.

Lelaki sangar itu kemudian masuk kamar dimana Yoyo berada.

Tetapi Yo tidak ada,hanya anak laki laki Ikem yang berumur lima tahun yang sedang tidur di dipan.

Lelaki itu matanya jelalatan ke sana kemari mencari Yo,yang kemudian menemukan Yo dibawah dipan.

“Ayo keluar!”lelaki itu membentak sambil menarik Yo keluar.

Yo kemudian diseret keluar dan terus dibawa lelaki itu bersama teman temannya.

Yo sempat melihat Ikem,seperti meminta pertolongan agar ia tidak dibawa lelaki itu.
Tapi ikem tidak bisa berbuat apa apa.

Peristiwa yang sangat lekat dalam ingatan Ikem.

Berhari hari,berbulan bulan bahkan sampai tiga tahun Yo suaminya tidak pernah pulang.

Ikem dan keluarganya menyatakan Yo meninggal diculik orang,demikian juga keluarga Yoyo,setelah beberapa tahun Yo tidak pulang.

Setiap tahun keluarga Ikem dan Yo mengadakan selamatan dan doa diperuntukkan Yoyo.

“Nanti malam selamatan untukmu mas Yo.”batin Ikem ketika ia memasak untuk selamatan suaminya nanti malam.

Tiba tiba hati Ikem sangat merindukan suaminya,dan teringat betapa memelasnya ketika suaminya menatap dirinya waktu diseret lelaki itu.Hatinya gelisah mengingat peristiwa sekitar limabelas tahun itu.

Bahkan selama itu Ikem tetap menjanda karena cinta yang mendalam kepada Yo suaminya.

“Permisi.”tiba tiba Ikem dikejutkan ketukan pintu dan salam seseorang.
Ia tidak melihat kehadiran orang itu di halaman rumah.

“Mari silahkan masuk.”Ikem mempersilahkan masuk tamunya.

Setelah mempersilahkan duduk tamunya Ikem menanyai tamu yang tidak dikenalnya.

“Siapa ya pak dan bapak dari mana?”
“Apakah kamu lupa Kem?”tanya lelaki yang ditemani anak kecil itu.
Kemudian Ikem mengingat ingat siapa tamunya ini.

“Oh,mas Yo!”pekiknya.
“Iya Kem,aku suamimu Yoyo.”

Ikem tidak bisa menggambarkan perasaannya antara senang dan tidak percaya.
“Mas,anak kecil ini siapa?”tanya Ikem.
“Maaf ya Kem,ini anak saya.”jawab lelaki itu.

Meski terkejut Ikem tidak menampakkannya,suami yang dinyatakan meninggal kini datang dan telah menikah dan punya anak.

Yoyo kemudian menceritakan bahwa orang yang membawanya dulu adalah orang orang yang dinyatakan gerombolan PKI.
Yo tidak dibunuh dan dilepaskan.
Karena ia dalam ketakutan Yo melarikan diri ke Kalimantan.
Beberapa tahun kemudian ia menikah di sana dan kemudian mempunyai tiga anak dan yang ing yang paling kecil.

Meski Ikem masih mencintai Yoyo,tapi ia tidak mau rujuk dengannya,ia tidak mau menyakiti hati perempuan yang sekarang menjadi istri suaminya yang pernah dianggap meninggal.

(nama,tempat,kejadian yang sama bukan unsur sengaja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s