Cerpen Jaka Tarub Cerpen Jaka Tarub


Pagi pagi sekali paman Cungkring sudah mengetuk pintu rumah Jaka Tarub.

Jaka Tarub masih mlungker,sepertinya karipan dugem nonton bola semalam.

“Rub,Tarub makane ta kalau malam tuh jangan begadang terus.”kata man Cungkring sambil ngoyok oyok tubuh Jaka Tarub.

“Habis Lik Cungkring,bolane seru,Indonesia versus Irak.”Jaka Tarub sambil kringking kringking bangun.

Cungkring adalah paman Jaka Tarub yang setia menemani Jaka Tarub semenjak Jaka Tarub jadi anak Yatim.

Simbok muncul dari dapur membawa dua cangkir kopi plus sepiring roti jawa

“Wis Kring ndang keponakannya diajak nyari burung.”kata Simbok.

Jaka Tarub memang lihai menembak burung,tembakan burungnya gak pernah meleset,,,maksudnya kalau nembak burung pasti tessr,,,,tlepuk,burungnya jatuh.Barangkali masuk PERBAKIN jadi atlit nembak yang top yeee,,.

Sehabis minum kopi plus sarapan telo rebus Cungkring dan Jaka Tarub berangkat ke hutan nyari burung.

Kejika melewati rumah pendududuk Jaka Tarub yang semi ganteng dan terkenal ramah itu disapa gadis gadis dusun.

“Mas Joko,mau nyari burung ya?Entar aku pesen burungnya ya?” Sapa seorang gadis yang mau berangkat ke sungai mencuci sambil klecam klecem.Sementara temen temen gadis itu,klikik klikik sambil nutupin giginya.

“Wis gampang neng,mas Joko burungnya bagus.”Man Cungkring ambil peran.
“Oh iya to Lik Cungkring,burung apaan?”gadis itu menyahut.

“Burung cucak rawa dawa buntute.”Canda man Cungkring.

Mereka meneruskan perjalanan dan sampailah di tepi hutan.

Untuk menghilangkan lelah Man Cungkring rengeng rengeng:”Lestari alamku lestari desaku,dimana Tuhanku menitipkan aku…”
Rupanya Cungkring suka lagunya Gombloh yang pernah dinyanyikan Jecky Jeconiah Bomerang.

“Oalah Lik sejak tadi belum ada burung kemliwer la kok nembang wae.”kata Jaka Tarub.
“Tenang mas brow,nyantai ntar kalau rejeki datang juga.”jawab Man cungkring.

Mereka jauh ke dalam hutan,tapi belum satu burungpun didapat.

Mereka memutuskan istirahat sambil makan.

Ketika asik asiknya makan Joko Tarub mendengar suara suara gaduh sayup sayup,sedang Man Cungkring asik muter mp3 hanphone yang dipasang headsednya.
Manggut manggut sambil tangannya kesana kemari menirukan Briptu Norman.

“Lik lik Cungkring dengar lik!”kata Joko Tarub.
Man Cungkring yang kupingnya disumpelin headsed tak mendengar.

“PLOK!!”Pundaknya ditepuk Jaka Tarub.
“Jiangkrik,opo sih Rub?”
“Dengar Lik suara apa itu.”Sambil mbetot kabel headsed di kuping Man Cungkring.

Tiba Man Cungkring:”waduh matek Rub,itu suara hantu,kuntilanak Rub.”sambil merapatkan tubuhnya ke Jaka Tarub.
“Sesstt!”Jaka Tarub memberi isyarat untuk diam.
Man Cungkring tambah takut.
Hening suasananya,suara gaduh itu makin jelas,Jaka Tarub makin konsentrasi untuk mengetahui suara apa dan darimana.

(penulis: Hehehe cerpen Jaka Tarub belum usai, untuk ujicoba sekian dulu kunjungi terus blog ini untuk mengetahui lanjutannya dan membaca cerpen yang lain.Yang ini untuk penjajagan yeaaa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s