Laki Laki Misterius


cerpen cinta:

Dua hari sudah aku terbaring di ruang rawat inap rumah sakit ini karena tifus.

Ada saja yang membesukku,dari tetangga,para famili dan teman teman sekolahku.

Saat waktu besuk aku memandang pintu ruangan ,melihat para pembesuk yang datang ke famili mereka yang sakit.Oh ya aku dirawat di kelas ekonomi,jadi dalam satu ruang ada beberapa dipan berjajar tanpa ada sekat.

Beberapa pembesuk datang.Kali ini seorang laki laki usianya aku perkirakan seusia ibuku.
Ia menoleh ke sana ke mari,mungkin mencari familinya.
Ketika pandangannya mengarah padaku langsung berjalan padaku.

“Santi,kamu sakit apa?”sambil meletakkan oleh oleh ke atas meja.
“Bapak ini siapa?”aku menanyainya,karena aku memang tidak mengenalnya.
Ia akan menyalamiku,dan aku juga hampir mengulurkan tangan ketika tiba tiba om Anto yang membaca koran di kursi dekat pintu berteriak.
“Mas No tunggu!”Kemudian memegang tangan orang itu dan sedikit memaksa menyeret orang itu keluar ruangan.
Teriakan om Anto mengejutkan orang dalam ruangan hingga pada melongok.
Nenek yang tiduran dengan tikar dekat dipanku terbangun,ia nampak terkejut juga melihat orang itu.
“Eh,kam,,,!”gumam nenek tidak diteruskan.

Ia telah dibawa om Anto keluar ruangan.
“Siapa sih nek?”tanyaku.
Nenek tidak menjawab dan tampaknya masih terpaku dengan orang itu.
“Nek,siapa sih orang itu?”
“Em,entahlah,nenek tidak tahu.”
“Sepertinya tadi mau menjengukku nek.”
“Salah kamar barangkali San.”jawab nenekku.
“Tadi dia menyebut namaku nek.”
Nenek tampak bingung menjawabku.
“Santi,nenek keluar sebentar ya?”
Aku mengangguk,mungkin mau menyusul om Anto.
Aku mencoba mengingat,siapa orang itu.
Yah,aku ingat sekarang.

:

Dia pernah kutemui di warung dekat rumahku.

Ketika aku membeli kerupuk banyak orang dalam warung.
Aku menunggu yuk Jah pemilik warung yang masih di dalam.
Orang orang yang semula tampak ngobrol tiba tiba diam dan saling berpandangan ketika aku datang,termasuk orang asing yang semula kelihatan akrab dengan tetangga tetanggaku yang di warung.
“Santi beli apa?”pak de Warmin menanyaiku.
“Kerupuk pak de.”
“Tunggu ya,yuk Jah masih di dalam.”

Laki laki asing itu sejak tadi menatapku,aku jadi malu.
Laki laki hampir bangkit dari bangku warung ketika aku akan pulang.
“Jangan No!”lik Giman menekan pundaknya,hingga ia duduk kembali.

Beberapa hari setelah itu lelaki itu berada di depan pintu sekolahku.

“Santi,tadi kamu dicari orang,kalau pulang ditunggu dekat pintu.”kata Retno ketika usai istirahat.
“Siapa Ret?”
“Gak tahu,pacarmu kali.”
“Ah,bisa saja.”timpalku.

Aku pulang bersama Retno dan aku minta ditunjukkan orangnya.
“Itu San yang dekat pintu.”Retno menunjuk laki laki yang berdiri mengawasi anak anak anak sekolah yang keluar.
“Aku tidak mengenalnya Ret.”
Retno mengangkat bahu tanda tak punya jawaban.
Aku dan Retno memutuskan pulang bersama sama.

“San,Santi tunggu!”

Ketika aku toleh ternyata laki laki itu.
Aku tidak menanggapinya.Ia mengejarku,ketika mobil yang aku tumpangi sudah jalan.
Aku jadi bingung,siapa laki laki itu dan mengapa ia mencariku di sekolah dan membesukku di rumah sakit.
Siapa dia sesungguhnya?

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s