Dialog


Tiba tiba di atas
kepalaku muncul sinar
kebiruan,tepatnya di
atas ubun ubunku.Sinar
itu makin terang dan
membesar,seperti
membentuk awan
kemudian menggulung
seperti bentuk
bola.Pada saat
berikutnya tambah
membesar,aku
perhatikan kini
membetuk kerucut
dengan ujung di
atas.Putaran dan
bentuknya sekarang
amat besar dan ada
lubang di bagian bawah
tepat di atas kepalaku.
Begitu kerasnya
putaran sampai
menimbulkan tarikan
yang dahsyat dari
lubang itu.Aku mencoba
menahan tubuhku agar
tidak tersedot,tapi
terlambat,aku telah
tertarik dalam lubang
dan dengan amat cepat
aku jauh tersedot ke
dalam.Di cut dulu ya,,ini pernah saya tulis di cerpen dunia maya. Mangga dilanjut…

Aku ngeri,jadi
kupejamkan
mataku,tapi kini dengan
mendadak putaran itu
berhenti,aku terlempar.
Ternyata aku jatuh
dalam sebuah ruangan
tertutup,pintu dan
jendelanya seperti
terkunci rapat.Aku
bingung,kucoba
membuka pintu pintu
ataupun jendela tidak
bisa.Kucoba mengintip
keluar lewat lubang
kunci namun tampak
gelap.
Entah sinar darimana
ruangan ini terang sekali
meskipun tidak ada
lampu penerang.
Dalam kebingunganku
aku di kejutkan oleh
seseorang yang tiba
tiba memberi salam dari
belakangku.”Assalamuaikum.”
“Waalaikumsalam.”jawabku
meskipun aku kaget.Dia
hanya tersenyum
kemudian menyalami
tanganku.
“Kamu ini siapa?”Aku
menanyai duluan,karena
kurasa dia menunggu
diajak bicara.
“Aku Yudi.”jawabnya
dengan sopan.
“Lho kok namamu sama
dengan aku,lengkapnya
Yudi siapa?”
“Yudi Prakoso bin
Sutarman.”
Aku amat terkejut
mendengar
jawabannya,nama itu
namaku dan Sutarman
nama ayahku,aku jadi
penasaran.
“Kamu
darimana?”tanyaku
berikutnya.”Aku dari
sebuah tempat.”
“Lho,tempat kan ada
namanya?”
“Ya aku dari sebuah
tempat yang
nyaman,dan aku hanya
sendiri.”
“Maksudmu?”aku tidak
mengerti maksud
jawabannya tapi ia
kemudian menerangkan.
“Tempat yang nyaman
bagi semua
orang,dimana segala
kebutuhan telah datang
sendiri tanpa beban dan
tanpa kesedihan.”
Aku menatap
heran,diapun
meneruskan ceritanya.
“Tempat itu dimana aku
dulu ada perjanjian
perjanjian yang
meskipun aku tidak
ingat tapi aku
mempercayainya.”
“Perjanjian
apa?”tanyaku.
Dia tidak menjawab
malah meneruskan
ceritanya.
“Aku di tempat itu
terhitung dalam bulan
dan kelebihan beberapa
hari.”
Aku makin tidak
mengerti apa yang
dibicarakannya.
“Ketika waktunya
tiba,aku dibukakan
pintu, pintu hina
namanya.”
Aku semakin bengong
saja atas cerita dia,tapi
dia tetap aja ngomong.
“Bumi tempatku itu
bergoncang hebat
dengan sakit yang amat
sangat dan bertaruh
nyawa.”
Dia masih melanjutkan
ceritanya.
“Maka bila kuingat pintu
asalku,amat keji bila
aku sombong,dan bila
ingat bumi itu dalam
sakit dan bertaruh
nyawa untukku,amat
keji bila aku tidak
hormat dan
mengasihinya.”
“Sebenarnya tempatmu
itu di mana?”aku
menyela.Lagi lagi dia
tidak menjawab.
“Aku di tempat ini harus
memenuhi janji dan
kesanggupanku,aku
harus mempersiapkan
diri,karena aku juga
berjanji untuk kembali
pada suatu tempat.”
“Di mana itu.”tanyaku.
“Ya ketempat yang
menempatkan aku di
sini.”jawabnya agak
jengkel melihat
ketidaktahuanku.
Aku mulai bosan karena
tidak tahu kemana arah
bicaranya.
“Gimana nih,kita dalam
ruang terkunci,ada ide
untuk keluar?”aku
mencoba mengalihkan
pembicaraan dia.
“Baiklah,suatu saat
nanti kamu akan
mengerti
maksudku,sekarang
aku kembali
padamu.”jawabnya.
“Apa maksudmu
dengan kembali
padaku?”
Tiba tiba ia
merangkulku dengan
erat,aku berontak,tapi
begitu kuatnya
rangkulan itu.Dia seperti
masuk dalam
tubuhku,dia terasa
menyatu dengan
ragaku.
Terasa badanku amat
ringan dan aku
melayang,tapi ketika
aku membentur langit
langit ruangan badanku
terasa berat dan jatuh.
Aku membuka
mata,kulihat adik
perempuan dan ibuku
menangis.
Ingatanku mulai
pulih,aku ingat
seminggu yang lalu
jatuh sakit,menurut
adikku aku pingsan
karena demam yang
tinggi sejam yang lalu.
Aku memandang
sekeliling ruangan dan
badanku yang dipasang
jarum impus.

26 thoughts on “Dialog

    • cahayamudejavuku,,,ini sebuah fiksi,,ada yg benar terjadi mengarah ke situ/perjalanan orang meninggal hidup lagi,tapi juga pernah saya tulis di blog lain,nanti saya coba revisi dan pindah kesini. Itu kalau dikupas Dialog Batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s