Dua Sisi


Ketika aku datang:
kausapa dengan rawa belukar di tepian jalan dan pohon pisang klutuk yang meliar

hangat tegurmu:
hingga menawariku memancing ikan bethik dengan joran bambu

Rindu,ya aku rindu,setelah sekian lama tidak peduli padamu

ketika pohon pohon besi mulai ditanam,kemudian wajahmu kini dirias jadi barak barak beton

aku rindu,tetapi inilah dua sisi yang aku bodoh untuk mengerti

Rindu,ya aku rindu,setelah sekian lama tidak peduli padamu

ketika pohon pohon besi mulai ditanam,kemudian wajahmu kini dirias jadi barak barak beton

aku rindu,tetapi inilah dua sisi yang aku bodoh untuk mengerti

6 thoughts on “Dua Sisi

  1. Kukuh Nova Putra,,kalau di sini untuk bumbu rujak cingur atau rujak petis,,dan beberapa kilo dari tempat saya pisang kluthuknya lenyap juga rumah penjual rujaknya,,klelep lumpur gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s