Masihkah Bisa Mengenang?


Apakah bisa mengenang,tanah ini di atas tulang belulang

mengapa saling menjarah bila air ini genangan darah

jika saja tiada kesatria yang mengungkap tabir nasib,masih terpojok dalam genggaman rampok

kesatria kesatria yang merelakan darah dan tulangnya,menjadi pupuk bumi yang subur

bercita hancurnya prodeo dunia,oleh tangan sang angkara

punya harap anak cucunya tidak lagi dalam penjara
Apakah bisa mengenang,tanah ini di atas tulang belulang dan air ini genangan darah?

Tulang belulang,genangan darah kusuma bangsa

Yang mewangi bak kuntum bunga,atas cinta tanah pusakanya

MERDEKA!!!

Apakah bisa mengenang,tanah ini di atas tulang belulang

mengapa saling menjarah bila air ini genangan darah

jika saja tiada kesatria yang mengungkap tabir nasib,masih terpojok dalam genggaman rampok

kesatria kesatria yang merelakan darah dan tulangnya,menjadi pupuk bumi yang subur

bercita hancurnya prodeo dunia,oleh tangan sang angkara

punya harap anak cucunya tidak lagi dalam penjara
Apakah bisa mengenang,tanah ini di atas tulang belulang dan air ini genangan darah?

Tulang belulang,genangan darah kusuma bangsa

Yang mewangi bak kuntum bunga,atas cinta tanah pusakanya

MERDEKA!!!

8 thoughts on “Masihkah Bisa Mengenang?

  1. hari hari ini, pekik merdeka terdengar sumbang cak…
    masih (belum) merdeka, atau sudah (bosan) merdeka ya…

    hmm, saking senangnya berteriak Merdeka, tangis BUnda Pertiwi saja tak didengarkan…
    lucu ya cak…

  2. @Ely Meyer,,,dari segi fisik,tanah kita bebas dari cengkeraman bangsa lain,akan tetapi dari segi yang lain tinggal kita yg merasakannya,,yg jelas kita hargai perjuangan leluhur kita para pahlawan pertiwi ini.Bagaimana jika seandainya bangsa ini masih dalam cengkeraman bangsa lain?Lebih baikkah dari sekarang?

  3. Impresif…

    semua berteriak MERDEKA!!!,
    Agustus[an],

    semua larut dalam heroik
    mananggalkan luka

    mari berdo’a untuk menara yang menjulang
    daratan yang kering dan bergelombang

    membasuh ego
    menyatukan air, tanah, udara dan api

    satukan silaturahim
    pertanda nusatara berpekik untuk yang SATU !!

    salam Agustus[an]
    blognoerhikmat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s