Pengakuanku Atasmu


Puisi:

Ketika sauh kita hampir patah,dihempas gelombang riuh rendah

kucoba sembunyikan lenganku yang perih,oleh percik air tumpang tindih

agar engkau tak melihat gumpalan mendung di langitku

tapi kau menatap wajahku,mengintip dari sebuah lubang hati

kaugenggamkan jemari ringkihmu,mengajakku memegang kemudi

“Kita tak harus tenggelam oleh kepungan badai.”katamu

14 thoughts on “Pengakuanku Atasmu


  1. seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi
    dimana setiap dayungnya yang jatuh
    memercik menerpa air
    adalah detak detak jantung
    yang mulai lelah menhitung waktu

    kunjung balik cak…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s