Tito Hilang


Tito hilang!Ya anak mbak Lastri Tito yang berumur empat tahun hilang.

Orang orang datang ke rumah mbak Lastri setelah mendengar jeritan
dan teriakannya.

"Ada apa Tri,teriak teriak?"tanya pak Antan.
"Tito hilang pak."Jawab mbak Lastri.
"Maksudnya?Tanya mas Didin.
"Sejak maghrib tadi Tito gak ada dan gak pulang."Jawab mbak Lastri.
"Tadi sebelum maghrib dia keluar rumah,tapi sampai sekarang belum
pulang."Lanjut mbak Lastri.

Orang semakin banyak yang datang.
Entah atas ide siapa,kemudian mereka mengambil peralatan peralatan dapur.
Ada yang membawa piring dan sendok,nyiru dan alu juga ada yang bawa linggis.
Peralatan peralatan itu dipukul pukul sambil
berteriak:"Tito,Tito,kamu di mana nak?"
Itu cara memanggil orang bila disembunyikan hantu…?

Orang orang mendatangi tempat tempat sekitar yang dianggap wingit.
Mereka menyebar,ada yang ke pohon randu besar dekat lapangan dan ada
yang mencari di kuburan cina.

Pencarian dari jam tujuh sampai jam sebelas malam tidak membuahkan
hasil,sebagian dari mereka pulang,hanya beberapa orang mampir ketempat
mbak Lastri menghiburnya.
"Sudahlah,besok juga akan dikembalikan sama Gendruwo itu."Hibur mereka.
Beberapa saat ketika mereka berbincang datang seorang naik sepeda
motor memboncengkan anak kecil.

"Itu Tito!"teriak mereka.
Mbak Lastri dan mas Wargiman suaminya langsung mendatangi orang itu
dan mengambil Tito.
"Di mana mas,menemukan Tito?"tanya mas Didin pada orang yang membawa Tito.
Orang yang ditanya tidak menjawab,tapi langsung masuk rumah untuk
pamit mas Wargiman.
Mereka berbincang dengan mbak Lastri dan mas Wargiman sebentar dan pergi.

Tito diajak keluar dari kamar menemui orang orang.

"Kamu kemana aj To?"tanya pak Antan.
"Saya diajak orangtua berjenggot putih nonton di alun alun,terus
diajak pulang orang tadi."Jawab Tito.
Berita menyebar satu desa,bahwa Tito anak mbak Lastri dibawa hantu.

Kisah itu terjadi beberapa bulan sebelum aku dan istriku tinggal di
tempat ini.

Kisah kisah mistis yang kadang membuat istriku takut jika aku tinggal
kerja malam.
"Gitu aja takut,cuma bayang bayang sendiri,tenang saja sudah aku
pagari tempat kita dengan pagar gaib."aku bohongi istriku untuk
menghiburnya.

"Benar to mbak Tri,Tito dulu pernah hilang dibawa hantu?"tanya
istriku kepada mbak Lastri pada satu kesempatan.

Mbak Lastri tersenyun sambil berbisik menjelaskan:"Tito itu waktu aku
ajak main ke alun alun tidak aku sadari lepas pegangan tangannya dan
ia hilang diantara orang orang."Jawab mbak Lastri.
"Aku cari sampai jam tujuh gak ketemu,aku pulang,dan kang Wargiman marah."
"Aku juga takut disalahkan oleh orang orang,dan ternyata Tito
diketemukan teman kang Wargiman terus diantar pulan."terang mbak
Lastri lebih lanjut.
"OH,,,"Istriku bengong di antara bisik bisik mbak Lastri.

6 thoughts on “Tito Hilang

  1. cerpen yang menarik!dan rupanya ini gudang cerpen. sangat berkarakter. meskipun "desa", ah, bukankah semua akan kembali kekampung halaman "desa"? jadi senantiasa memikat. terus berkaryasalam kenal

  2. mas Usup terimakasih kunjungan dan apresiasinya,,salam knl kembali,,kan sudaq kenal di wP sama c4ks0ek1r,,orang yg sama,rupanya mas Usup pindah rumahsalam knl kembali,,kan sudaq kenal di wP sama c4ks0ek1r,,orang yg sama,rupanya mas Usup pindah rumah

  3. waah serem juga kalo bener bener ada gondoruo . tapi setau saya setan/hantu itu gak ada.. dia cuma halusinasi dari pikiran bawah sadar .. hmmmm namanya juga cerpen ya .. heehhe bagus gan ..

  4. Dodo@ hehehe,,banyak yg serem di sini,,terimakasih kunjungannya,,untuk ada dan tidaknya,terserah bagaimana kita menyikapi dan menyingkapi,heheheDodo@ hehehe,,banyak yg serem di sini,,terimakasih kunjungannya,,untuk ada dan tidaknya,terserah bagaimana kita menyikapi dan menyingkapi,hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s