Relung Relung


Tubuh lapuk wajah daun menguning,memeluk senyap dalam heniing

mengurai guratan siang dalam hempas nafas penyesalan,tersedu menembangkan mantera penyucian atas hitamnya langit yang dilukis

menolak rayuan malam yang menawarkan surga surga semu dan keabadian seribu tahun
karena ia telah tahu kesemuan cinta dan fatamorgana laut

dalam senyap dalam hening,ingin ditumpahkan langit dan bumi pada cinta sesungguhnya,sebelum daun daun luruh

3 thoughts on “Relung Relung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s