Kaos


Tubuh legam dibalut kaos,menyabit rumput dalam bacaan takdir
menatap sinis gambar kaosnya

Gambar tuan penjanji yang dulu ia bela dengan meletakkan sabitnya

Seperti sebuah perang,mengusung fanatisme kemenangan dan harapan

Tubuh legam dibalut kaos,menatap sinis gambar kaosnya,hempasan nafas kesal mendengar berita
tentang nyamuk nyamuk penghisap darah yang menggerogoti darahnya dan saudaranya

Hembusan nafas yang dituangkan dalam obrolan warung kopinya barangkali mengurangi ledakan api di ubun ubun

Tubuh legam dibalut kaos menahan nafas kemakluman
tuanku penjanji,belum mampu menepuk nyamuk

2 thoughts on “Kaos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s