cerpen/cerpen dunia maya/SIMALAKAMA


SIMALAKAMA

Bagus baru saja pulang kerja.Kebiasaan ia akan santai di dalam kamar.
Ia sudah jenuh musik mp3 hapenya yang sudah sering ia dengar,ia
memilih menu media dan memutar radio.
Sapaan akrab penyiar yang mempersilahkan pendengar menikmati alunan
lagu kenangan.
"Bangsa!Radio gila!"gerutunya dalam hati.Ia menggeretakkan giginya
saking marah dan hampir membanting hapenya ke lantai.
Lagu Titip Rindu Buat Ayah Ebiet Gad membuat hatinya terbakar dan
kemudian mematikan radio hape dengan kasar.
Ia teringat ayahnya yang ia rasa tak pantas mendapatkan tempat di lagu itu.
Ayah yang kaya tapi pelit buat anaknya.
"Gus Kuliah dimana?"tanya teman teman SMA jika bertemu dengannya.
"Puih,jangankan kuliah,lulus SMA saja untung."pikirnya.
Bukan karena otak Bagus bebal atau orangtuanya gak mampu membiayai.
Ayah yang manager perusahaan jasa tenaga kerja itu lebih
mementingkan mengurus ayam ayam aduannya.
Para pemelihara ayam anak buah bapaknya masing masing diberi motor
baru dan bagus.
"Sedang aku,vespa butut yang dulu punya ibuku."batinnya.
"Gus ibu jadi TKI saja ya buat Bagus kuliah."suatu ketika ibunya
mengajaknya bicara.
"Gak usah bu,hanya lulus SMA saja Bagus terima kok."ia merasa kasihan
pada ibunya.
Panas hati Bagus jika ingat ibunya sampai sampai mau jadi TKI,sedang
ayahnya tak merespon ketika ia menyatakan ingin kuliah,ayahnya lebih
suka mengeluarkan uang untuk barang antik yang hargannya mencapai
puluhan juta.
Keris,akik,kitab kitab kuno yang disimpan dalam peti itu bisa ratusan
juta uang yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.
Dan peristiwa terakhir yang membuatnya minggat dari rumah,ketika ia
disuruh ayahnya membuat kandang ayam di belakang rumah kakeknya.
Ia menunggu kakeknya yang sedang pergi untuk minta ijin.
Ayahnya datang,melihat tak ada tanda tanda Bagus memulai pekerjaan
jadi marah marah.
"Guoblog,punya anak satu saja bodoh gak tahu kerjaan!"dan itu
dilakukan didepan banyak tetangganya.
Bagus yang sudah merasa dewasa jadi malu:"Pak,aku masih menunggu
kakek dan minta ijin!"Bagus menjawab dengan nada kasar.
Entah apa yang di pikiran ayahnya ketika tiba tiba mengambil dua buah golok.
"Ayoh ambil satu jika kau berani sama aku!"tantang ayahnya.
Bagus hampir kalap dan mengambil golok yang ditancapkan di meja jika
tangan ibunya tidak memegang tangannya sambil menangis.
Ia jadi trenyuh pada ibunya.
Kemarahannya ditumpahkan dengan mengemasi beberapa pakaian dan
mengambil vespa bututnya.Mencium tangan ibunya sambil sesenggukan
kemudia minggat.
Bagus meneteskan airmata teringat ibunya yang kini ia akan temui
jika kangen tapi tidak di rumah.Ia menelepon ibunya dulu untuk bertemu
di satu tempat.
Ia akan menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu jika ia pamit dan
menyalami ibunya.
Bagus menangis dalam kamar dengan gejolak dalam batinnya.
"Ayah,mestinya aku merindukanmu jika aku jauh begini,meskinya aku
akan mencium tanganmu jika aku datang,tapi mengapa tercipta kebencian
kita ayah?"
Bagus sesenggukan sendirian dalam kamar,dan terkejut
ketika:"Bagus,hayo mandi sudah magrib."terdengar suara kalem pak denya
yang lebih sayang padanya daripada ayahnya.

2 thoughts on “cerpen/cerpen dunia maya/SIMALAKAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s