AKU RADEN PRANAYUDA 16


Kami menempuh perjalanan menuju kotaraja menggunakan kuda.
“Kangmas,apa yang sebenarnya terjadi?”
“Begitulah dimas,negeri ini masih penuh gejolak dalam perjalanan menuju tata titi tentren kertaraharja.”
“Apakah yang di kotaraja itu bagian dari mbalelonya Sengkanbaplang kangmas?”
“Bukan dimas,mungkin ini kelompok Karta atau kelompok lain lagi.”
Kemudian tanpa aku minta kangmas Yudakarsa menceritakan tentan Sengkanbaplang.
“Kakek Sengkan baplang dulu juga ikut andil dalam babat negeri ini.Ketika nagari Malwapati berdiri ia ingin tata pemerintahannya seperti yang ia inginkan,tata pemerintahan yang ia bawa dari tanah sabrang.Tapi Malwapati bukanlah tanah sabrang,Malwapati terdiri dari banyak keadaan,meskipun baik belum tentu sesuai dengan keadaan Malwapati.Kakek Senkanbaplang tidak puas lalu mbalelo,tapi dapat ditumpas.Kemudian ketika Malwapati dalam keadaan goyah,Sengkanbaplang meneruskan perjuangan kakeknya dengan cara lain.”
“Cara bagaimana kangmas?”
Kangmas Yudakarsa tersenyum mendengar pertanyaanku.
“Dimas sebaiknya kita istirahat dulu,sekalian kudanya biar merumput”
“Baik kangmas,tapi nanti ceritakan dengan cara bagaimana Sengkanbaplang mbalelo.”
Kemudian kami istirahat,dan membiarkan kuda kami merumput.Berikutnya kangmas Yudakarsa melanjutkan ceritanya tentang Sengkanbaplang.(Selanjutnya sabar ya soalnya kejar tayang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s