FACEBOOKER IDOLAKU


***Jam sepuluh pagi aku telah selesai bebenah kerjaan rumah.
Tadi aku telah selesai mencuci baju baju,ngepel lantai dan membantu ibuku memasak.
Siang ini aku berencana menemui Doni,ya Doni Si Lembut Hati teman facebooku,aku mengidolakannya karena statusnya yang bagus dan komen komennya menyenangkan
Tadi malam aku inbox padanya:”Halo,besok kan hari minggu,boleh dong ketemuan?”
“Boleh,boleh tapi jangan saya suruh datang ya,soalnya banyak kerjaan.”ia menjawab pesanku.
Aku mengajak adik lelakiku yang kelas tiga SD untuk menemaniku menemui Doni yang telah memberiku alamat lengkap.
Aku pamit ibuku sekalian kuajak adikku.
Jam sebelas aku sampai pada alamat yang diberikan oleh Doni,jalan mangga nomer 15,sebuah rumah kontrakan.
Ternyata rumah itu ada di dalam,harus melewati gang.
“Mas rumah Doni mana ya?”tanyaku pada seorang pemuda yang kutemui di gang.
“O,itu dik,yang di ujung ada halamannya itu.”
“Permisi.”aku mengetuk pintu rumah itu.
Kemudian pintu dibuka oleh lelaki,mungkin ayah Doni.
“Om Doni ada gak om?”
“Kamu siapa,temennya?”tanya lelaki itu.
“Saya Ana Om,dan ini adik.”Jawabku.
Kemudian Om itu mempersilahkan masuk,aku dan adikku disuruhnya duduk dikursi ruang tamu.
“Ana sekolah kelas berapa?”om itu menanyaiku.
“Dua SMP om,dan adik kelas tiga.”
“Tadi ke sini naik apa An?”
“Angkot om.”
Om itu kemudian memintaku menunggu di ruang tamu,ia pamit keluar.Mungkin memanggil Doni yang barangkali di luar.
“Ana ini diminum es jeruk dan dimakan jajannya.”Om itu kembali dengan membawa tiga gelas es dan jajanan dalam piring.Adikku melirikku pertanda ia ingin mengambil jajanan.
“Oh iya kamu ambil dik,kamu kelas berapa?”om itu seperti tahu maksud adikku.
“Tiga.”jawab adikku sambil mengambil jajanan.
Satu jam lebih aku menunggu Doni,tapi gak datang datang.
“Om,Doni kok gak datang datang?”
“Em gak tahu.”om itu agak kaget,sepertinya ia melamun.
“An,sebaiknya Ana pulang dulu aja,kapan kapan ke sini lagi,nanti dicari orangtua Ana.”
“Tapi Doni kemana to Om?”
“Dia tadi gak pamit.”jawab om itu.
Aku akhirnya pamit pulang.Saat akan keluar pintu Om itu menyalamiku.Adikku diberi uang demikian juga aku.Meski aku menolak ia memaksaku.
“Buat ongkos angkot nanti,terimalah.”
Sampai di rumah aku buka facebook lewat handphone,aku mau memarahi Doni.
Ketika aku buka ada satu inbox;”Na maaf ya,aku gak bisa nyuguhin apa apa tadi,cuma es jeruk dan gorengan.”
“Om..,Doni!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s