AKU RADEN PRANAYUDA 3


***Kami kemudian meninggalkan tempat itu,menelusuri semak semak di antara pohon pohon besar yang rapat.
Sekitar setengah jam berjalan:”Haum,haum!”tiba tiba di depan kami ada seekor singa besar dengan posisi siap terkam mengarah kami.
“Tamat dah riwayatku diterkam singa,ditengah hutan gak ada yang tahu.”batinku.Aku gemetar takut hingga kudekatkan badanku kepada Yudakarsa.
“Sst.”Yudakarsa memberi isyarat agar aku merunduk.Tiba tiba dia mengambil posisi jongkok bertopang pada kaki kiri.Tangan kanananya diangkat lurus keataas dengan telapak mengembang,tangan kirinya tangan kirinya didada dengan telapak menyamping.
Tiba tiba dia menepukkan telapak kanannya dengan keras.
“Blaaar!”aku dengar suara halilintar menyambar.
“HAUM!”Singa di depan kami menggaum sekali,ia kelojotan dengan badan gosong.
“Gila,sulapan apa hipnotis.”Pikirku.
“Dimas,iku salah siji ilmu sing arep tak tumurunke marang sliramu.”kata Yudakarsa yang sejak tadi berbahasa jawa.
Kami meneruskan perjalanan,hingga sampai pada bukit kecil Yudakarsa memberi isyarat berhenti.
Ia menunjuk sebuah batu besar yang terletak ditebing bukit.Ia mengambil posisi seperti menghadapi singa tadi,kemudian tangannya menepuk tanah.”Gluduk,gluduk.”batu itu bergeser.
Oww,di balik batu itu berlubang,ternyata gua.
“Dimas,ayo mrono.”kemudian ia mengajakku mendekati pintu gua.
Aku mengamti gua itu,wah gelap.Yudakarsa menarik tanganku masuk gua.
“Wah gila nih abang,nanti kalau ada binatang berbahaya gimana bang?”baca berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s