SYAIR LELAKI TUA DI PEREMPATAN 4


Ngadeni resah,ia terus saja berdoa dan berdoa.Segala macam doa permohonan ampunan dipanjatkan.
Jam setengah satu malam Ngadeni tanpa sengaja melihat pintu gudang membuka sedikit karena tiupan angin.Ia mendekat ternyata tidak dikunci,ia melongok keluar,ternyata penjaga tadi tertidur dengan posisi duduk bersandar tembok.
Ngadeni bertekad melarikan diri.
Ia berjalan pelan pelan,ia menjauh dari gudang,kemudian ia menyusuri gang gang rumah pegawai belanda menuju selatan.
Ia menuju sungai selatan pabrik,menyeberanginya dan”dor,dor,dor!”terdengar tembakan tembakan dari areal pabrik.Tapi Ngadeni telah berhasil lolos dan melarikan diri.

“Trus,maksud bapak menceritakan saudara bapak ini apa?”tanyaku.
Ia menepuk pundakku dan berkata:”Lihat gus,orang orang di perempatan yang berhenti di lampu merah itu.”
“Mereka dari berbagai tempat,menuju tempat berbeda dengan sikap berbeda dan dengan cara berbeda.”
Aku bingung maksud pak tua itu.Tiba tiba ia menepuk pundakku:”Terimakasih cah bagus.”kemudian bangkit menuju perempatan sambil bersyair tanpa ekspresi
(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s