BU GURU (2)



Marni sudah dedegan.”Ada apa ya?”batinnya.
“Permisi pak Wono.”
“Oh Marni,masuk Mar.”
“Iya pak,ada apa ya pak kok saya di panggil?”
“Duduk dulu Mar, itu kursinya.”perintah pak Wono sambil menunjuk kursi di depan meja lain yang sebenarnya kursi bu Karmiyati bagian TU.
Marni mengikuti dengan berbagai pertanyaan di benaknya.
“Mar,jualan krupuknya tadi pagi habis tidak?”
“Habis pak.”Marni tersipu.Ia teringat tadi pagi waktu jualan kerupuk di depan pasar pak Wono lewat menuju sekolahan,dan Marni berusaha menyapa dengan menganggukan kepala.Tapi anggukan kepalanya menyebabkan nyiru di atas bakul miring dan kerupuknya tumpah.
“Kamu tiap hari jualan Mar?”
“Kalau hari jumat tidak pak.”
“Kenapa?”
“Kalau jumat pelajaran olahraga pak,masuk pagi dan sorenya pelajaran biasa”
“Oh ya ya.”pak Wono mengangguk faham.
“Yang bikin krupuk siapa Mar?”
“Simbok pak.”
“Terus kamu diberi berapa oleh simbokmu?”
“Untungnya buat saya dan modalnya saya kembalikan pak.”
“Ya sudah gak papa Mar,kamu tapi jangan lupa belajar ya.”pesan pak Wono.
Bel masuk berbunyi Marni minta ijin masuk kelas.
“Hei Laura,dipanggil pak Wono ada apa?”tanya Wito yang duduk di bangku depannya.
“Apa Wit,aku kaupanggil saura?”tanya Marni
“Huh ini,Laura tahu,yang di serial tv!”celetuk Murti yang duduk sebangku.
Marni jadi tersipu,bukan karena malu karena salah menyebut nama Laura tapi ia memang gak punya tv dan sesekali saja nonton di tetangga jauh.Ia tak kenal siapa Laura.
“Laura tuh persis kamu Mar,rambutnya panjang dikepang dua,kalau senyum giginya tampak gede gede,huahaha.”canda Wito.baca berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s