NAGA ITU NAFSUKU


***Bulat sudah tekad Yono meneruskan amalan tirakat yang diwejangkan gurunya.

Setelah puasa mutih tiga hari dua malam,maka malam ini adalah malam penutup puasanya,ia harus menyendiri di tepian sungai.

Sehabis sholat isya’ Yono minta restu kepada kedua orangtuanya kemudian berangkat menuju sungai yang ia pilih lokasinya,yang tidak akan dijamah orang.

Sampai di tempat,sungai desa yang jauh dari perumahan,jauh dari jangkauan orang lewat.Duduk dengan khidmat Yono mulai merenung.Tentang dirinya sendiri,tentang alam dan Tentang Tuhan Sang Pencipta.

Hanya suara gemrisik angin,gemericik air serta suara suara serangga malam.

Sampai pada pengetahuanya siapa aku,siapa alam dan hubunganya kepad Sang Pencipta,ketika tiba tiba air sungai di depannya tersibak dengan keras.

“Byurrrr..!”Yono tersentak,dan memandang ke arah bunyi.

Jantungnya berdegup keras,rasa takut menyelimuti,namun ia mampu menenangkan dirinya.Betapa ciut nyalinya ketika yang tersembul dari sibakan air adalah kepala ular yang sangat besar,hampir hampir sebesar tong.

Ular yang hanya tampak kepalanya itu menatap Yono yang kelihatan panik.

“Bagaimana kalau ular ini membelit dan memangsaku,tentu aku makanan empuk baginya.”pikirnya dalam kebingungan,mau lari takut tirakatnya gagal.

Sedikit demi sedikit ia kerahkan keberanian,hingga muncul tekad tetap di situ.

Ia tatap balas tatapan ular itu sambil mengawasi apa yang akan dilakukannya.

Ular yang selalu menjulurkan lidah itu tiba tiba,,,”byurr”seiring air menyibak kepalanya mendekati Yono hampir mengendus ketika sebuah kepalan tangan Yono dipukulkan ke kepala ular,dan ular itu menghindar dengan masuk air.

“Byurr..,”kepala ular itu muncul lagi dengan mulut menganga siap menelan,tapi Yono berfikir cepat,maka ia lemparkan batu sebesar kepala dan masuk ke tenggorokan ular,ia masuk lagi dalam air.

Beberapa saat kemudian ular muncul lagi dengan garang,Yono ingat sesuatu,seperti sebuah kebetulan ada ranting pohon sebesar lengan sepanjang kurang lebih dua meter ia ambil.

Ular makin dekat,dan….Yono mencolokkan ranting itu tepat di mata kirinya.Ular itu terkejut dan kesakitan.Pada detik berikutnya hilang dari pandangan Yono tanpa tahu kemana perginya.

Suara adzan subuh terdengar lamat lamat dari pengeras mushola terdekat.Yono pulang.

Pada sore hari Yono datang kepada gurunya,ketika Yono baru masuk rumah:”Ya sudah selesai amalan yang ini kalau sudah bisa mengalahkan nafsunya”kata gurunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s