AKU PERNAH MATI (4)


Di depanku berdiri masjid yang besar dan megah,aku mulai masuk halaman masjid.

Ternyata di luar masjid sudah tidak ada orang,semua orang telah berada di dalam masjid,dan akupun masuk.

Di dalam masjid amat penuh dengan orang yang khusuk dalam bersila masing dan aku merasa mereka menunggu sesuatu.

Dan perlu aku ceritakan bahwa orang orang dalam masjid ini semua berpakaian putih bersih dan berbau wangi yang tidak aku kenal wangi apa itu.

Ketika aku masuk ada yang berdiri sejak tadi sambil mengawasi para jamaah masjid,aku kira ia imam masjid.

Ia menatap berkeliling tiap tiap jamaah masjid,ketika tepat pandangannya padaku ia menatapku cukup lama seperti heran atau menyelidik.

Pada detik kemudian dia melambaikan tangan kepadaku,maka aku mendekat.Ternyata ia menyuruhku melakukan adzan dan meneruskan iqomat.

Aku melakukannya(adzan dan iqomah),kemudian melaksanakan sholat jamaah yang dipimpin orang yang memanggilku tadi.

Sehabis melaksanakan sholat kami duduk bersila dalam khusuk sambil menunggu sesuatu.

Aku lihat imam masjid mengambil seperti sebuah buku besar dan membukannya,kemudian dia mulai membaca yang ternyata memanggil para jamaah satu persatu.

Setiap jamaah yang dipanggil diajak bicara entah apa pembicaraannya,kemudian disuruh keluar lewat sebuah pintu.klik berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s