AKU PERNAH MATI (2)


Anak kecil itu menyambut kedua orang laki perempuan yang dipanggilnya ayah ibu.

Benar saja anak itu menggandeng lengan lelaki itu,demikian juga lelaki itu menggandeng istrinya yang berada paling belakang.Mereka berjalan berurutan sambil saling menggandeng dengan posisi berjalan miring,karena memang tampaknya kesulitan berjalan di atas jembatan yang amat kecil yang hampir gak kelihatan.Persis akrobat.

Beberapa langkah kemudian ,sekitar kurang lebih lima langkah,tiba tiba anak kecil itu tertawa dan melepaskan pegangan lengan lelaki itu,Lelaki dan perempuan itu goyah tidak terkendali karena jembatan juga ikut goyah saat anak kecil tadi berlari lari.

Kedua orang itu berteriak:”Nak tolong ayah ibu nak,tolong,”dengan sangat takut dan memelas.

Anak itu tetap berlari sambil melompat lompat,sepertinya sengaja menggoyahkan jembatan kecil itu.

Pada detik berikutnya anak itu semakin menjadi,melonjak dan melonjak dan jembatan goyah tak terkendali,kedua orang menjerit ketakutan,kemudian pijakan keduanya lepas,pada waktu selanjutnya kedua orang itu jatuh ke dalam jurang dengat permintaan tolong yang memilukan serta jerit kepanasan yang tidak terperi.

Aku terkesima sambil menatap jembatan di mana anak kecil itu berada,tapi anak itu entah kemana sudah tidak lagi di tempatnya.

Entahlah tiba tiba aku merasa mengerti bahwa anak itu meninggal disaat kecil karena disia siakan kedua orangtuanya tadi.

Untuk selanjutnya seperti sebuah keharusan bahwa kini waktunya aku harus menyeberangi jembatan itu.klik di sini untuh lanjutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s